Ada apa dengan Jogja dan Malioboro? Rasanya belum dikatakan lengkap jika Anda datang ke Yogyakarta tapi tidak mengunjungi Malioboro. Karena di Malioborolah Anda bisa membeli berbagai macam oleh-oleh yang akan Anda bawa untuk rekan-rekan yang berada di daerah asal Anda. Tidak ada tempat lain di Jogja yang menjadi tempat tujuan lain dalam berbelanja pernak pernik Jogja selain di Malioboro sendiri. Tidak hanya menjadi surganya belanja, Malioboro juga menjadi surganya kuliner, di sepanjang jalan Malioboro terdapat berbagai macam makanan Khas maupun makanan lainnya yang bisa Anda coba. Ada juga beberapa tempat wisata yang lokasinya berdekatan dengan Malioboro seperti Keraton misalnya. Kemudian di sekitar Malioboro juga terdapat beberapa hotel Jogja yang bisa menjadi pilihan Anda untuk menginap selama berada di Jogja, hotel yang ada di sekitar Malioboro itu bervariasi mulai dari yang bintang 5 sampai yang bintang 1 pun ada. Sehingga dengan demikian Anda bisa menyesuaikannya dengan dana yang Anda miliki.
Dahulu Jogja juga menjadi pusat penjajahan Belanda dan banyak bangunan Belanda di masa kuno masih terjaga dan digunakan sampai sekarang. Sebut saja bangunan kantor pos yang letaknya berada di depan Jalan Malioboro yang merupakan bangunan semasa kolonial Belanda yang masih terjaga hingga saat ini. Bahkan nama jalan Malioboro sendiri merupakan nama seorang koloni Belanda yang dulu pernah menduduki kota Jogja untuk beberapa tahun, nama koloni Belanda itu adalah Marlborough yang mungkin karena kesulitan penyebutannya akhirnya berubah menjadi Malioboro yang kemudian menjadi nama jalan yang begitu terkenal di Jogja saat ini. Begitu terkenalnya Malioboro sampai menjadi salah satu tempat wisata Jogja yang selalu dikunjungi oleh wisatawan yang datang.
Sejarah Malioboro
Dulu pada awalnya tidak hanya Malioboro saja yang dibangun oleh Kolonial Belanda. Rencana awal pembangunan Malioboro oleh Belanda agar mereka bisa menyaingi kemegahan yang ditampakkan oleh keraton yang memang menjadi pusat perhatian di Jogja bahkan hingga saat ini. Pada saat melakukan perencanaan pembangunan Malioboro maka Belanda tidak hanya semata-mata membangun jalan Malioboro saja sebagai pusat perekonomian. Namun juga membangun beberapa tempat lainnya yang sama bersejarahnya. Lokasi yang berdekatan dengan keraton di pusat kota sengaja dipilih oleh Belanda agar mereka bisa membangun sebuah pusat perekonomian yang bisa menyaingi keraton yang kawasannya tepat berada di hadapan Malioboro. Untuk membantu menunjang jalan Malioboro sebagai pusat perekonomian maka Belanda juga membangun benteng Vrederburg yang pada saat ini lebih dikenal sebagai museum. Kemudian dibangun juga Hotel Garuda, pasar beringharjo serta istana keresidenan kolonial secara berurutan. Sebelum Anda datang ke sana pastinya Anda tidak tahu mengenai sejarah ini bukan? Namun sejarah ini sering kali dituturkan kepada peserta tour paket tour Jogja yang banyak ditawarkan.
Aktivitas Di Malioboro
Kegiatan yang ada di Malioboro tidak hanya sebatas kegiatan perekonomian saja, ada banyak hal yang bisa dikunjungi dan dilihat di Malioboro. Seperti sekarang ini kawasan Malioboro sudah sangat diperluas dan ditambahkan banyak bangku yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk duduk sejenak setelah lelah memutari kawasan Malioboro. Jika Anda datang ke Malioboro memang lebih mudah dilalui dengan berjalan kaki. Rental mobil jogja atau sewa mobil jogja hanya akan Anda butuhkan jika Anda ingin ke tempat wisata lain yang lebih jauh dari hotel tempat Anda menginap. Sebaliknya saat ke Malioboro mobil lebih baik diparkirkan saja dan sisanya Anda lakukan dengan berjalan kaki, karena dengan berjalan kaki lebih nyaman dan ada lebih banyak hal yang bisa dilihat. Untuk mengunjungi satu pedagang ke pedagang lainnya yang menjual souvenir atau oleh-oleh khas Jogja pun lebih menyenangkan jika dilaksanakan dengan berjalan kaki. Untuk dapat membeli berbagai macam barang di Malioboro dengan harga yang lebih murah maka Anda harus pandai dalam hal tawar menawar, terkadang pedagang juga memberikan diskon yang besar untuk Anda yang ingin membeli dalam jumlah yang banyak. Beberapa paket wisata jogja juga terkadang memberikan kesempatan untuk Anda belanja di sekitar Malioboro dan menikmati wisata belanja yang sesungguhnya. Di sekitar kawasan Malioboro juga terdapat Mall yang sama ramainya dengan Malioboro. Namun jika Anda ingin melihat kegiatan warga Jogja dengan lebih dekat maka lebih baik jika Anda langsung berbaur dengan para pedagang di pinggiran Jalan Malioboro. Aktivitas perekenomian yang ada di Malioboro tidak hanya ramai di siang hari saja, namun aktivitas itu berlanjut hingga malam hari. Dengan dibukanya berbagai macam warung makan lesehan yang ada di jalan Malioboro menambah ramainya malam di jalan Malioboro, namun bagi Anda yang ingin mencoba untuk makan di lesehan Malioboro harus siap mengeluarkan banyak uang karena kebanyakan harga makanannya sangat mahal.
Akomodasi Dan Transportasi Ke Malioboro
Tidak ada harga tiket khusus yang harus Anda bayarkan untuk dapat masuk ke jalan Malioboro, lokasi ini merupakan lokasi yang terbuka untuk umum dan semuanya bebas mengunjunginya lokasi Malioboro ini sampai tengah malam sekali pun. Untuk Anda yang ingin datang ke Malioboro ada banyak transportasi umum yang bisa Anda gunakan mulai dari yang tradisional sampai yang modern. Namun begitu sampai di jalan Malioboro maka sebaiknya Anda berjalan kaki saja sesuai dengan yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa akan lebih menarik jika Anda mengelilingi jalan Malioboro dengan berjalan kaki, karena akan ada banyak hal yang bisa Anda dapatkan di Malioboro dengan berjalan kaki.